sewaktu tadi otak-atik profil di Yahoo! jadi terinspirasi untuk bikin entri ini.
perempuan, anak kedua dari tiga bersaudara. punya kakak laki-laki satu ---- adek perempuan satu.
kakak ipar satu ---- keponakan perempuan satu.
yang gak dipunya sampe sekarang (umur 20 tahun) PACAR #bantingnetbukdikasur.
kalo TTM (bahasanya si gitu kayak nya), sempet ada sih, tapi ya gitu ---- sebates itu doang, gak berjalan lancar jadi hubungan yang, eem ya itu tadi, Pacaran.
apa ada yang salah sama aku?? #nangisdipojokan.
Selasa, 12 Juni 2012
Minggu, 03 Juni 2012
Mau ≠ Bisa
Sekarang adalah peringatan 6 bulan hari jadi kami, karena
mampu bertahan sampai saat ini kami memutuskan untuk merayakan nya bersama
teman-teman yang lain. perayaan biasa, kami hanya melakukan karokean bersama
dan di lanjutkan dengan makan-makan. Tentu saja hanya teman dekat yang kami
ajak untuk bergabung, 6 orang terpilih, aku mengajak dua teman dan dia mengajak
4 teman nya yang juga aku kenal.
“kalo 6 bulan ke depan loe masih sama dia gw acungin
jempol deh, karena gw yakin gak bakal awet” canda salah satu teman nya.
“hei, apa ucapan kayak gitu yang harus di kasih buat
temen yang lagi nyerayain kebahagiaan nya” balas dia dengan santai.
“hahaa, tapi bener sih gw setuju sama omongan nya. Entah
dari segi apa kalian bisa cocok” timpal yang lain
Selasa, 29 Mei 2012
pertemuan singkat (end)
“Ka,udah bangun?”
Perlahan aku membuka mata, samar
tak jelas pandangan yang aku dapatkan.
“hai Ka, udah baikan?”
Semua terus menyapa ku, semakin
jelas apa yang aku lihat. Aku masih dirumah sakit dan orang-orang yang
mengelilingi, Bunda, Vina, Ika. Muncul dokter bersama suster dengan senyuman
ramah.
“gimana Ika, udah jelas ngeliat
nya. Udah sehat kan sekarang?” aku sedikit mengangguk. Dokter menjalani
pemeriksaan, badan ku lebih mudah
digerakan sekarang. Aku bisa menggerakan tangan juga kaki, tapi terasa sakit
pada leher.
“oke, udah sehat kok. Saya
permisi dulu ya” dokter berpamitan pada ku
“Ibu bisa ikut saya sebentar”
dokter itu kembali mengajak Bunda
Kamis, 24 Mei 2012
pertemuan singkat (4)
“kalo nanti gak ketemu langsung
pulang gak usah kemana-mana, gak usah cari aku lagi aku udah sama mereka. Aku pergi
ya” Dion berpamitan saat kami masih di toko buku tapi dia harus pulang untuk
mengerjakan banyak tugas bersama teman-teman nya. Aku mengangguk lemas merespon
ucapan Dion.
Hari itu aku menemani Reta
mencari buku untuk referensi tugas nya, saat itu aku ingin ikut bersama nya
tapi tidak mungkin meninggalkan Reta sendiri. Dion berjalan menjauh dari aku
dan Reta menuju pintu keluar, sampai di pintu keluar Dion menatap kosong
kearahku. Sepanjang dia keluar dari toko terus menatap ku dengan kosong,
berbalik dari arah ku yang terlihat hanya punggung nya hingga semakin lama
hilang diantara kerumunan orang. Hari ini aku merasakan pernah mengalami
kejadian ini, dejavu, tapi saat itu Dion pergi tersenyum dan melambai saat ini
justru dengan tatapan kosong. Aku tak bisa melakukan apapun kecuali menatapnya
yang kini sudah hilang diantara keramaian.
pertemuan singkat (3)
“Mau ngapain ketempat Reta?”
“gak kok, gak jadi tempat Reta”
jawab ku santai sambil terus menatap kedepan
“La...”
“pengen berdua sama kamu aja,
sapa tau besok gak ketemu”
“kamu kenapa sih”
“pengen berdua sama kamu, gak
denger” aku masih memandang kedepan, dari ekor mata terlihat dia memandang
kearahaku beberapa saat.
Selama perjalanan pulang kami
hanya saling diam, obroan terakhir seperti ada yang salah. Aku tidak berusaha
memulai obrolan lagi, sepertinya dia pun tidak.
Aku melihat cahaya kecil didepan,
cahaya kuning terang itu semakin mendekat dan jelas. Cahaya kuning sepert
bergerak tak menentu. Cahaya kuning semakin besar terang menyilaukan. Cahaya
kuning terang menyilaukan itu kini menjadi gelap dan diiringi decitan ban juga
teriakan seorang pria.
pertemuan singkat (2)
“Ra, loe pulang sama Tyo aja ya. Gw sama Dion mau mampir
rumah Reta dulu”
“gak papa lah La, kalo emang Rara mau ikut” yakin Dion
“gak usah, dari pada dia jadi obat nyamuk mending ikut gw
aja”
“yakin loe?” tanya Dion ragu,
“yakin lah, emang kenapa?” Tyo dengan sedikit canggung
berusaha biasa aja.
“gimana La, ajak aja ya Rara nya?”
“iya, yaudah yuk Ra ikut kita aja?”
“em, gw sama Tyo aja” Rara jawab yakin dan cepat, langsung
menuju motor Tyo terparkir.
“tuh kan La, dia marah gimana?”
“dia gak marah Di, Cuma malu aja, biasalah cewek” balasku
berbisik dan sepertiya Dion paham.
“Ka, Yon, gw duluan ya” Tyo pamit dan menghampiri Rara yang
sudah ada dimotornya.
“La, kamu yakin itu karena Rara malu bukan marah sama kamu?”
“yakin Di, tenang aja, aku udah perhatiin dia dari tadi,
makanya aku alesan mau tempat Reta” jawabku dengan senyum puas.
pertemuan singkat
“Yang baru jadian, lengket terus” ejek salah satu teman,
kami berdua hanya menjulurkan lidah sambil tersenyum. Sudah dua minggu kami
berpacaran, hubungan yang sebenarnya hanya sebatas hubungan.
Hari ini sekolah terlihat santai, setelah ujian semester
yang kami laksanakan. Disetiap sudut sekolah terlihat kelompok-kelompok siswa
yang asik dengan kegiatannya. Kami ikut membentuk kelompok dan memilih kantin
untuk berkumpul dengan yang lain, makan menjadi tujuan utama tentunya.
“hari ini kita nonton yuk” ajak Tyo, salah satu teman kami
saat sedang menunggu pesanan.
“boleh tuh, film nya seru-seru gak nih?” tanggap Dion, dia
alah pacar ku.
“em, adek gw baru nonton kemaren. Katanya sih ada film
komedi, seru ada petualangannya juga. Tapi gw lupa apa judulnya”
Langganan:
Postingan (Atom)