Kamis, 24 November 2011

I Will Forget You

gareul geomnida ijeul geomnida eneulbuteo nan geudareun saram moreuneun geobnida
han beondo bon jeok eomneun geobnida gireul geotdagado seuchin jeok eomneun
gwaenchan seumnida ijeo seumnida bappeun ilsange haengbokhajyo
geunsahae boineun saramdo mannago

sarangi da geureochyo sigani gamyeon huimihaejyeo
gieokjocha hal sudo eopgetjyo

sarangi gamyeon ddo dareun sarangi dasi ol geomnida kkok geureol geomnida
jigeumeum apado jogeuman jinamyeon amul geomnida

sarangi gamyeon ddo dareun sarangi dasi ol geomnida kkok geureol geomnida
jigeumeum apado jogeuman jinamyeon amul geomnida
geureol geumnida ijeul geomnida nado geureol geumnida

...

Aku tidak berpikir aku akan bisa melupakanmu dengan cepat.
Tapi aku akan berusaha.
Terima kasih... J

Rabu, 23 November 2011

AKU DAN KELUARGA

Seperti biasanya, dihari kerja semua sibuk dengan keperluan masing-masing. Ibu memasak di dapur, menyiapkan sarapan dan membuat minuman hangat, teh, kopi, susu. Bapak menyiapkan peralatan tukang yang akan beliau gunakan hari ini. adik sibuk meminta air panas yang akan dia gunakan saat mandi. Aku, bersiap mandi dan menyiapkan seragam untuk hari ini.kakak iparku merapikan rumah dan menyiapkan sarapan juga keperluan mandi keponakanku. Kakak, dia tidak disini dia sedang merantau ke Jambi. Keponakanku, bermain baby walker di depan televisi.


Jam menunjukan puku 06.40, bapak mengantar adik pergi kesekolah dan aku sarapan. Ibu menyiapkan bekal untuku, setiap pagi beliau meyiapkannya berharap anaknya tidak telat makan. Semenjak aku pernah menjadi penghuni rumahsakit, beliau selalu bertanya waktu makanku. Sebelumnya beliau juga malakukan hal itu, tapi sekarang beliau lebih memperhatikannya dengan hati-hati.kakak ipar memandikan keponakanku, hal yang paling dia sukai. Dia selalu bahagia saat mandi dan akan menangis setiap kali berganti pakaian.

Pukul 07.10, aku berangkat ke kampus dan tentu saja bapak yang mengantar. Beliau mengatar anak-anaknya sekolah satu persatu karena kami memang berlainan arah. Sering kali beliau telat sampai tempatnya bekerja, dikarenakan harus mengantar aku ke kampus. Dia sering memperingatkan aku untuk lebih cepat, dan itu akan aku lakukan setelah diperingatkan selanjutnya aku masih sering membuatnya terlambat.
Kami keluarga yang sederhana, bahkan sangat biasa. Bapak dan ibu selalu membuat kami yakin untuk bertahan dengan keadaan sekarang ini.dan akan selalu mengingatkan kami untuk sukses, labih maju dari kehidupan yang bapak dan ibu kami berikan selama ini. Bapak hanyalah buruh bangunan dan ibu seorang ibu rumah tangga. Tapi, mereka mampu menghidupi kami sampai sekarang.

Bapak selalu bilang “orang tua tidak akan kehabisan uang jika itu digunakan untuk masa depan anaknya”. Yah, benar saja saat ini aku sedang menempuh pendidikan S1, siapa yang mengira aku sampai pada titik ini dan aku akan meneruskan titik yang lainnya.


Bapak, seseorang yang sabar dan berhati-hati dalam mengambil tindakan. Ibu, wanita yang lembut meskipun terkadang beliau mampu mengeluarkan suara yang keras juga. Dan bapak sering menyindir ibu yang terkadang ngotot saat berbicara. Kakak, pribadi yang pendiam dia akan bicara seperlunya saja dan lebih suka bertindak dari pada berbicara. Saat kami, aku dan adikku, sedikit mengeluh dengan tugas yang kami punya berharap dia akan membantu. Justru dia hanya akan melihatnya dan memerintahkan kami untuk mencobanya lagi. “dicoba dulu, kalo bener-bener gak bisa baru tanya. Tapi jangan baru dicoba sekali langsung tanya”. Dia sering berkata seperti itu, itu kata andalannya berharap kami dapat menyelesaikannya sendiri dan membuat kami merasa puas dengan hasil sendiri.

Adik, sangat manja, mungkin karena dia anak bungsu dan selama ini apa yang dia inginkan seringkali dituruti.hal yang paling dia sukai adalah, bermain bersama teman-temannya, wajar karena dia anak-anak. Aku, sedikit manja, aku dan adikku jarak kami cukup jauh jadi aku cukup lama merasakan jadi anak bungsu. Sedikit pemalas dan moody, akan melakukan segala sesuatu jika itu sangat aku inginkan. Inilah buruknya, aku sering menunda pekerjaanku.Kakak ipar, dia pendatang, belum terlalu mamahaminya secara detail yang pasti dia wanita yang rajin, terampil dan gesit. Keponakanku, dia masih terlalu kecil untuk mengetahui kepribadiannya. Tapi yang pasti,dia anak yang cerdas, dia akan sangat cepat menirukan hal-hal yang dilakukan orang sekelilingnya.

Inilah kami, keluarga kecil, sederhana, biasa, bahagia. Ngatiman’s Family. J

HAHAHAA...

Kalo dipikir pikir lucu juga yaaa. Panik sendiri.

Apa coba yang harus dipusingin, disinikan posisinya dia gak tau. kenapa harus berpikir keras (halah). ini biasa aja kok, yakin aja kalo ini biasa aja. krik. #tetepanik


Udah deh, ngalem banget sih. gini nih, kalo gak pinter. gak usah gupek deh. biasa aja loh.


dia itu gak tau. (emang tau apa). yah, kalo aku sayang kamu #eaaa. jadi jangan berpikir kalo dia bakal curiga terus nyalahin. yaudah, biarin aja yang dia tau kan statusnya temen dan kebetulan cewek (yang dia tahu?). emang apa yang dia gak tau. yah, kalo aku sayang kamu #eaaa (lagi...)


tenang aja, dia gak bakal curiga kok. em, curigin apaan ya. bingung. yah, kalo aku sayang kamu #jlep. udahudahudah. cukup cukup.


tadi itu biasa aja kok, gak berlebihan. jadi yakin aja gak bakal kenapa kenapa *mencobameyakinkandiri* huuwh. susah amat yaak.


panik niiih. sebenernya apa coba yang bikin panik. em, ituloh. tadi ituuu. yang ituuuu. ck,


takut dia marah, terus berantem, dan yang menyebabkan itu salah satunya adalah Akuuu #lebay. baru salah satukan, kegeeran deh. yeee, biarin ajaaa kenapa gak suka... yaudah gak usah baca. (apasiih)


udah tenang aja, itu tadi biasa aja kok (dari tadi nyuruh tenang). tapi gak tenang tenang juga. kenapalah gupek banget.


sebenernya ini biasa aja. aku juga ngerasa ini biasa aja. (yaudah, teruuus). tapi, kenapa aku panik kayak gini yaa. apa karena aku sayang kamu #gubrak. lagi ngegombal tah.




biasa aja... biasa aja... tapi takuut (cemen). ngerasa bersalah (sok baik). eh? ini apasiih.
gak jelas bangetlah kayak orang lagi bingung. EMANG IYAAAA... Huuaaaa 
ini emang lagi bingung loh, gak nyambung banget sih dari tadi. PAYAAAH...








nulis apa sih windaaa. gak jelas bangetlaaaaah.
: ini posisi lagi bingung, jadi tulisan juga ikut bingung. #pasrah

Apa itu Kamu??


Apa itu kamu... ???

Aku butuh kamu sekarang. Aku mau ngobrol sama kamu. Aku mau ngehubungin kamu.
Cuma Kamu yang tahu ini semua. Aku yakin itu kamu. Karena cuma kamu yang tahu.
Please nongol. Mungkin nantinya buat kamu sebenernya ini biasa aja. Tapi sekarang aku bener-bener takut. :(

Aku mau ngomong sama kamu.  Gimana caranya aku bisa hubungin kamu?. Sekarang.
Aku butuh kamu sekarang. :'(

BUKANLAH INGINKU

Awalnya aku masih belum yakin akan parasaan ini. Hingga suatu saat, aku menceritakan apa yang aku rasa pada saudaraku. Yah, aku punya perasaan itu, aku sayang padanya. Waktu terus berjalan, aku menyukainya tanpa dia tahu. Dia memiliki kekasih, aku hanya bisa melihatnya dari keajuhan. Terus seperti itu, aku mampu berteman dengan baiknya tanpa menunjukan rasa itu padanya. Dia sering menceritakan kisah cintanya, akupun mendengarkan dengan baik.

Hingga suatu saat, dia mengetahui apa yang aku rasa. Saat itu, aku ingin menangis dengan kuatnya. Menahan rasa malu, kenapa saat dia mengetahuinya aku masih mampu untuk bersikap biasa padanya. Saat dia mengetahui hal itu, ingin rasanya aku ungkapkan semua yang aku rasa selama ini. Yang benar-benar aku rasa.

Saat aku masih merasakannya sendiri, aku masih bisa tenang. Tapi sekarang, dia mengetahuinya itu membuat rasa bersalahku makin kuat. Apakah benar jika aku merasakan ini padanya? Apakah aku harus menghentikan perasaan ini?


Saat ini dia adalah seseorang yang memiliki kekasih. Aku merasa bersalah jika terus menyayanginya. Dulu, aku sempat berusaha menghilangkan rasa sayangku padanya. Berusaha sedikit menjauh darinya dan dia tahu aku menjauh. Mengetahui hal itu, aku sedikit tidak enak hati. Apakah begitu terlihat aku menjauh darinya. Dan saat itu, ingin terlihat biasa saja didepannya aku berusaha menjadi teman baiknya. Aku menata perasaan ini, untuk bersikap biasa dihadapannya. Aku mampu melakukan itu, bersikap biasa dihadapannya. Kami akrab, berbagi cerita apapun itu. 

...


Rasa bersalah itu selalu timbul saat aku merasa sangat sayang padanya. “jangan ganggu, kalo gak mau diganggu”  itu kata-kata yang dilontarkan temanku. Apakah aku mengganggunya, aku tidak bermaksud untuk mengganggunya. Maafkan aku jika perasaan ini mengganggumu. Aku wanita, kekasihmu wanita. Aku tidak ingin dia kecewa terhadapmu.

Selasa, 22 November 2011

Catatanku...


Dengan berpakaian putih-hitam, aku berjalan sendiri mencari rombongan tempatku seharusnya berada. Orang yang berjalan dibelakangku membahas fakultas yang sama denganku, aku langsung menoleh kearahnya. “mba FKIP juga?” aku bertanya tanpa basa-basi. “iya lo juga ya. Prodi apa?”. “PGSD”. “nah sama. Ayo kita cari rombongan PGSD”. Dia menarik tangaku dengan tiba-tiba. dan dengan padatnya orang yang ada di tempat itu, dia tetap berhasil menariku untuk mengikutinya. Secara postur tubuh, aku lebih besar dari dia. lebih tinggi ,dan dia... pendek-kecil-kurus. Tapi ini bukan ngehina, ini real. Bayangin aja itu orang secara postur anak SD aja masih pantes. heheee. Lah aku, tinggi loh. yah ukuran standar lah (jadi oarng itu gak standar?). tapi dengan gesitnya dia terus menariku untuk mencari rombongan, melewati padatnya rombongan mahasiswa baru.

“itu PGSD..!” dengan ceria dan kerasnya dia bersuara. Aku hanya tersenyum. Dia menegur salah satu orang yang ada dalam rombongan. Kami saling berkenalan. Miyem-Winda-Marina-Indah. Itu nama awal kami berkenalan.



Hari berikutnya, mahasiswa kembali berbaris di depan GSG. Kembali mencari rombongan-sendiri. Celingak-ceinguk berharap bertemu seseorang yang dikenal. Ternyata ketiga orang yang berkenalan denganku dihari sebelumnya sudah memperhatikanku. “di sini woy”. Dengan senyum yang sedikit mengejek mereka memanggilku. Aku menghampiri mereka, dalam pikiranku mereka tidak akan mengenaliku untuk hari ini. tapi ternyata berawal dari itu kami selalu bersama.

Kami masuk kedalam gedung dan tidak mendapatkan kursi. Kami mendapat bagian yang entah apa namanya, yang pasti itu berada dibalik tembok dari kursi terbelakang. Kami harus melompati tembok untuk ketempat itu, mencari kursi untuk bisa duduk. Banyak mahasiswa yang tidak mendapatkan tempat dan akhirnya mengelar kertas untuk duduk. Malang. Dibalik tembok, berkenalan dengan yang lain. 
Dan ternyata nama kami Linda-Winda-Ginda-Indah. Walaupun ginda bukan salah satu unsur yang terkandung dalam rangkain namanya, tapi itu nama panggilannya.



Selama propti berlangsung menurut hasil survey, tenyata kami paling berisik diantara mahasiswa yang lain (PGSD doang yang di vote). Linda-Ginda memiliki suara yang sangat nyaring dan memenuhi ruangan setiap kali mereka berbicara. Winda-Indah bisa tertawa dengan lepas saat mereka berdua (Linda-Ginda) melakukan hal yang lucu atau ada hal lucu yang terjadi. Itulah yang membuat kami masuk dalam kategori berisik. Bahkan kami sempat berbisnis pita untuk perlengkapan propti.



Setelah propti, dilakukan pembagian tempat kuliah. Kampus-Metro. Ini membuat kami terpisah, Indah masuk dalam UPP Metro dan kami bertiga masuk dalam UPP Kampus. Dan dari sini juga kami mengenal teman baru. Lady. “eh, rambut lo lepek ya” megang rambut Linda, “lo juga nih” menunjuk rambut marina. Itu kata-kata pertama yang dia lontarkan-saat kami belum saling kenal. Ini apa maksudnya, kenal enggak maen komen seenaknya. Saat itu kami berpikir “dasar cewek sengak”.


Tapi gak nyangka sekarang kami akrab. Kami selalu berempat-dan tetep berisik. Ada yang sempat berfikir kami cewek yang gak bener. Penilaian yang parah. Apa hubungannya orang berisik-rame-benyaketawa sama cewek yang gak bener. Pembunuhan karakter. Sedih. 



Dan sekarang kami tetep berempat, tetep berisik. Linda-Winda-Marina-Lady. :D
mesipun kedekatan kami saat ini sedikit berbeda, kami berusaha untuk tetap mempertahankannya. bagaimanapun caranya...